Header Ads Widget

Asisten Sosial Sitirejo Hadir :

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ojo Milik Barang Kang Melok Ojo Mangro Mundak Kendo

Ojo Milik Barang Kang Melok Ojo Mangro Mundak Kendo


ASISTEN SOSIAL SITIREJO - Salah satu nasihat Semar yang terkenal adalah: “Ojo milik barang kang melok, ojo mangro mundak kendo”. Artinya: Jangan mudah tergiur oleh sesuatu yang tampak bagus dan indah dan jangan cepat berubah pikiran agar tidak menyesal pada akhirnya”.

Falsafah leluhur Jawa yang satu ini mengingatkan kita agar punya pendirian hati yang teguh atas suatu pilihan atau keyakinan dan tidak mudah berubah pikiran atau pendirian hanya karena ada sesuatu yang lain yang tampaknya lebih baik dari pilihan sebelumnya.

Manusia mesti selalu waspada karena penampilan itu kadang menipu. Sesuatu yang tampak baik dari luarnya belum tentu bisa lebih bermanfaat untuk dirinya.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang, bahwa mereka sangat mudah tergiur atau tergoda oleh sesuatu yang tampaknya bagus dan indah. Sehingga kebanyakan dari mereka tidak mempertimbangkan soal kualitas, manfaat dan kegunaannya. Ketertarikan mereka hanya didasari dari melihat tampilan fisiknya saja. Dan pada akhirnya penyesalan akan datang di kemudian hari.

Beberapa contohnya seperti ini: Seseorang yang sudah memiliki pekerjaan yang mapan, kadang tergiur oleh pekerjaan lain yang dikira lebih baik, lebih menjanjikan gaji yang besar dan dapat menjanjikan kehidupan makmur di masa depan. Tetapi mereka tidak memikirkan apakah pekerjaan yang baru tersebut sesuai dengan skill dan kemampuannya serta nyaman tidaknya kalau dia bekerja di lingkungan yang baru. Setelah pindah kerja biasanya baru menyadari kekeliruan keputusannya untuk berganti pekerjaan.

Contoh lainnya, seseorang yang ingin punya pasangan hidup. Banyak orang yang memilih pasangan hidup ini secara angger, asal-asalan dan sing penting oleh, yang penting dapat jodoh. Yang dilihat hanya rupa atau wajah yang cantik dan ganteng, fisiknya yang oke, seksi, atletis tanpa memikirkan seperti apa kebiasaan orangnya, bagaimana perilakunya setiap hari, sebaik apa urusan agamanya dan sebagainya.

Orang seperti itu biasanya akan mengalami penyesalan setelah melakukan pernikahan. Saat segala kekurangan dan keburukannya semakin kelihatan semuanya. Ibarat pepatah: “Arjuna bertaring Drakula”.

Masih banyak lagi contoh-contoh lakon kehidupan di sekitar kita yang memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa memutuskan suatu hal tanpa ada pertimbangan yang baik dan matang, pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri dan menimbulkan penyesalan berkepanjangan.

 

EH / Sosial Sitirejo

Posting Komentar

0 Komentar